International Community Service: FEB Universitas Narotama Dorong Pengelolaan Sampah Plastik dan Bantuan Sosial di Pondok Pesantren
13 Juli 2026, 05:15:22 Dilihat: 27x
Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Narotama kembali menunjukkan komitmennya dalam pengabdian kepada masyarakat melalui kegiatan International Community Service bertajuk "PKM Berdayakan Masyarakat" yang diselenggarakan pada Jumat, 3 Juli 2026, di Pondok Pesantren Al-Hafizi Al-Falahi, Sidosermo, Surabaya.
Kegiatan ini merupakan kolaborasi internasional antara Universitas Narotama, University Malaya (Malaysia), dan Universitas Maritim AMNI Semarang. Program tersebut mengusung tema pemberdayaan masyarakat melalui edukasi pengelolaan sampah plastik rumah tangga yang dipadukan dengan kegiatan bantuan sosial bagi masyarakat pesantren.
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Narotama, Dr. Agus Sukoco, S.T., M.M., menjelaskan bahwa judul kegiatan "PKM Berdayakan Masyarakat" merupakan tema yang diusulkan oleh mitra dari University Malaya sebagai bentuk komitmen bersama dalam memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat melalui pengabdian berskala internasional.
"Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah plastik rumah tangga secara tepat. Selama ini sampah plastik sering kali dibuang bercampur dengan sampah organik sehingga menyulitkan proses daur ulang dan berdampak terhadap lingkungan. Melalui program ini masyarakat diajak untuk mulai memilah sampah sejak dari rumah," ujar Dr. Agus Sukoco.
Materi disampaikan oleh Dr. Erialdi Bin Syahrial dari University Malaya yang membahas pentingnya pengelolaan sampah plastik sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan nilai ekonomi sampah melalui proses daur ulang, dari mulai pemilahan sampah organik dan anorganik hingga praktik pengelolaan sampah yang sederhana dan bermanfaat.
Dalam implementasinya, tim pengabdian memperkenalkan sistem pemilahan sampah plastik ke dalam tiga kategori, yaitu botol plastik, plastik kresek, dan tutup botol plastik. Masyarakat juga diberikan tempat sampah dengan tiga kompartemen untuk memudahkan proses pemilahan sejak sumbernya.
Menurut Dr. Agus Sukoco, pemisahan sampah plastik tidak hanya memberikan manfaat bagi lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
"Sampah plastik yang telah dipilah akan lebih mudah didaur ulang dan memiliki nilai jual. Hasil penjualannya nantinya dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan sosial maupun operasional kebersihan di lingkungan masyarakat," jelasnya.
Selain edukasi lingkungan, kegiatan ini juga diisi dengan aksi sosial berupa penyerahan bantuan kepada Pondok Pesantren Al-Hafizi Al-Falahi. Bantuan yang berhasil dihimpun dari para dosen meliputi beras serta air minum sebagai bentuk kepedulian sivitas akademika terhadap masyarakat sekitar.
Dr. Agus Sukoco menjelaskan bahwa Pondok Pesantren Al-Hafizi Al-Falahi dipilih sebagai lokasi awal karena memiliki aktivitas keagamaan yang melibatkan banyak jamaah sehingga menghasilkan volume sampah plastik yang cukup besar. Oleh karena itu, pesantren dipandang strategis sebagai pilot project penerapan sistem pengelolaan sampah plastik berbasis masyarakat.
Respon positif diberikan oleh pengasuh pondok pesantren yang menilai program tersebut sangat relevan dengan kebutuhan lingkungan pesantren, terutama saat penyelenggaraan kegiatan besar yang menghasilkan banyak sampah botol plastik dan kemasan sekali pakai.
Ke depan, Universitas Narotama akan melakukan pendampingan terhadap implementasi program ini sebelum memperluasnya ke pesantren maupun komunitas lainnya. Pendekatan tersebut dilakukan agar model pengelolaan yang diterapkan benar-benar berhasil dan dapat direplikasi di berbagai wilayah.
Lebih lanjut, Dr. Agus Sukoco menegaskan bahwa International Community Service merupakan agenda berkelanjutan yang telah dilaksanakan Universitas Narotama di berbagai daerah dan negara. Sebelumnya kegiatan serupa telah diselenggarakan di Bali, Kampung Pandan Kuala Lumpur, Melaka (Malaysia), Vietnam, Thailand, dan Kamboja dengan mengombinasikan edukasi akademik dan aksi sosial sebagai bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi kepada masyarakat.
"Di mana pun kami melaksanakan kegiatan akademik, kami berupaya menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat. Tidak hanya berbagi pengetahuan, tetapi juga memberikan kontribusi sosial yang berdampak nyata. Inilah semangat pengabdian yang terus kami bangun di Universitas Narotama," pungkasnya.